Siang hari
tempat tidur mulai membayangi pikiran Surti. Ingin rasanya aku menidurimu! Apalagi
kamu telah ku jemur siang tadi! Ujar Surti
Sedang
asyiknya Surti berbicara, tiba-tiba Surti mendengar suara gemuruh yang berasal
dari dalam rumahnya.
Siang
itu memang mendung. Pikir Surti, suara gemuruh berasal dari langit. Surti mulai
mengantuk dan segera menuju kamar tidur. Setiba di kamar, surti pun langsung
terjun menunggangi kasur.
Wah...kasur
ini memang empuk! Pikir Surti
Hujan pun
turun deras. Surti mulai yakin suara itu berasal dari langit.
Dalam
keadaan terlelap, serentak Surti terkagetkan dengan gerakan kasur naik turun.
Apakah ini gempa? Oh, tidak! Aku harus keluar dari kamar! sebelum Surti keluar
kamar. Tak disangka, ada sekelebat bayangan yang telah mendahului Surti keluar
dari kamarnya! Kegelisahan Surti mulai menjadi-jadi, sampai suatu hari Surti berkenan
meminta pertolongan kepada kedua orang tuanya.
hiks..hiks....
suara tangis bapak!
Apa yang
bapak tangisi? Jawab Surti
Abi! Jawab
bapak
Kenapa
dengan Abi, Pak?! Jawab Surti
Dia masuk
rumah sakit karena sesak nafas? Jawab bapak
Apa! Hiks..hiks...!
Surti ikut menangis
Hari
kemudian keluarga Surti menjenguk Abi di Rumah Sakit. Melihat Abi terkapar
lemas membuat hati keluarga merasa iba akan nasib yang menimpanya.
Bapak, ibu
dan kakak,,,maafkan Abi sudah merepotkan kalian! Abi menyesal!Jawab Abi
Sudahlah
tidak usah di pikirkan! Jawab keluarga
Bukan itu
masalahnya! Jawab Abi
Lalu maksudmu
apa? Jawab ayah
Siang itu
Abi tidur di kamar kak Surti. Abi takut dengan suara petir. Abi pun menutup seluruh badan dengan selimut.
Tiba-tiba setelah Abi terlelap, serasa ada yang runtuh tepat di atas badan Abi!
rasanya berat sekali, seperti tertindih reruntuhan rumah! Ketika Abi mulai
sesak nafas, Abi pun lari meminta bantuan kepada Paman!
Nah loh, kena deh aku! Ternyata kasur itu memang
tidak se-empuk yang aku bayangkan! Gumam Surti dalam hati!