Hari mulai gelap, anak-anak kecil yang bermain di halaman rumahnya mulai dipanggil oleh ibunya untuk segera masuk rumah masing-masing. Suasana ramai di sore hari yang dipenuhi dengan suara anak kecil dengan riang gembira, canda, tawa, teriakan, kadang-kadang terdengar juga tangisan salah satunya dan suara manja seorang anak yang terlontar untuk ibu yang setia menemani dan memperhatikan segala tingkah lakunya, berubah menjadi suasana gelap, hening, hanya terpancar sinar lampu 5 watt, suara kodok yang saling bersahutan antara yang jantan dan betina, juga diselingi suara jangkrik yang terdengar krik…. Krik… krik…., terbata-bata dan tidak jelas.
“ ayo anak-anak, mainnya sudahan dulu. Besok dilanjutkan lagi. Coba lihat langit sudah menampakan layung, itu tandanya kita sudah harus diam di rumah masing-masing. Nanti kalau tetap di luar, ada bulu harimau loreng yang jatuh dari atas dan dapat menimpa kalian lho…!!!, kalau ibu sih takut…J..”
“ baik… besok main lagi ya teman-teman,, dah Chika, dadah semuanya”.
Akhirnya mereka semua meninggalkan tempat bermainnya dan kembali ke rumah masing-masing, berkumpul dengan ayah, ibu dan saudaranya.
“ Ibu, Chika lapar, makan yu…?”
“ ya sudah, Chika duluan saja ya. Biar ibu suapin, ibu makannya nanti saja karna harus nunggu sampai ayah pulang”
“ kalau ayah pulangnya jam berapa bu…?”
“ masih lama Chika, sekitar jam delapan malam. Mending Chika makannya sekarang saja ya?”
“ iya bu….” “ Ammm, nyami ”J
Sesaat setelah itu, Chika bicara ingin menemani ibunya buat nunggu ayah pulang. Tapi, yang namanya anak kecil, baru jam tujuh juga sudah ngantuk dan mau tidur.
“ Assalammualaikum…..”
Terdengar suara salam yang diikuti dengan ketukan pintu yang sewajarnya, namun tidak terdengar sama sekali suara motornya. Ternyata benar itu bukan ayah, itu adalah kakeknya Chika dari ayah.
“ wa’alaikum salam…, eh bapa.. ada apa malam-malam ?”
Ibu Ayumi mepersilahkan kakek untuk masuk dan mereka bercakap-cakap sambil nonton Tv.
“ Ayumi, mana Chika..? sudah tidur ya ? Bapak hanya ingin memastikan, kapan si Yuda mulai berangkat ke kalimantannya? Bareng kamu tidak ???”
“iya .. waktu acara kumpulan dan arisan kantor juga, komandannya mas Yuda bilang orang-orang yang namanya dipanggil harap untuk segera melaksanakan pindah tugas sementara. Karena waktunya cukup lama, maka wajib untuk membawa istri. Kira-kira kami pergi minggu depan”
“ Bagaimana dengan Chika…? Apakah dia mau dibawa kesana?”
“ tidak tahu, khawatir dia tidak betah”
“ ya sudah kalau begitu, Chika diam saja sama bapak. Bapak akan rawat dan akan diajari ngaji, lagian sudah saatnya dia belajar soal agama”
“ kalau saya setuju saja asal Chika tidak rudet, dan mau. Kalau mas Yuda pasti setuju-setuju saja, berarti kalau Chika mau nanti minggu depan dia mulai tinggal di rumah bapak ”
“ ya sudah, bapak pulang dulu. Salam saja buat si Yuda. _ assalammualaikum..!!!”
“ wa’alaikum salam wr.wb.”
Tidak lama kemudian ayahnya Chika pulang dan ibu Ayumi juga segera membukakan pintu untuk seorang suami yang sudah ditungu-tunggu dari tadi.
“ tamu siapa mah yang ke rumah, makanan di meja masih banyak ”
“o… tadi bapak yang kesini, menanyakan kapan kita mau berangkat ke Kalimantan, dan menanyakan Chika juga ”
“ trus mamah bilang apa,,,?”
“ mamah bilang saja minggu depan kami harus sudah berangkat. Dan bapak juga mengusulkan agar Chika diam di rumahnya, nanti bapak akan mengajari soal agama. Mas pasti setuju kan, takutnya kalau dibawa Chika tidak betah dan kesannya pasti ingin pulang dan bertemu bapak terus ”
“ iya, mas setuju. Chika juga pasti setuju karena tinggalnya juga bersama bapak bukan dengan yang lain. Chika kan sayang banget sama bapak..”
“ o iya mas, kita makan dulu. Pasti mas belum makan ya, dan pasti perutnya juga sudah lapar dan keroncongan malam…J”
Didapur yang luasnya tidak seberapa, mereka mulai makan. Suami istri yang rukun dan saling terbuka. Sungguh keluarga yang hangat.
Malam semakin larut, gelap dan dingin yang menyapa. Jarum jam menunjukan angka 10, yang biasanya bila jam segitu sudah saatnya orang-orang tidur dan melepaskan kepengapan pekerjaan di siang hari, istirahat menghilangkan kelelahannya setelah seharian bekerja banting tulang untuk mencukupi anak-istri di rumah. Begitu pula dengan ayahnya Chika, dia bekerja sesuai dengan profesinya sebagai POLRI. Yang senantiasa mengikuti apa yang diperintahkan oleh komandannya. Misalnya saja seperti yang telah dibicarakan, bahwa seminggu lagi akan dipindahkan tugas sementara ke pulau Kalimantan bersama teman-temannya yang turut diperintahkan juga.
“ mah, mas tidur duluan ya. Ingat besok bawa Chika ke rumah bapak…”
“ iya mas, tapi mas sudah sholat belum..? kan tadi langsung makan..”
“ kebetulan tadi di kantor mas sholat dulu, jadi datang ke rumah langsung makan, cuci kaki, gosok gigi dan tidur..”
“ ya sudah kalau begitu, saya beresin dulu meja makannya dan beres beres dapur. Nanti saya nyusul..”
Seperti yang kita ketahui, semua orang yang cape, habis kerja dan ngantuk, pasti tidurnya nyenyak dan kelihatan bahwa dia menyandarkan semua kelelahan dalam tidurnya.
Lampu di dalam ruangan, satu per satu padam. Dan itu menunjukan bahwa orang rumah sudah mau tidur dan istirahat…’ Kombangwa….”!
Bumi terus berotasi, ada siang ada malam dan itu terjadi secara terus-menerus. Dari malam kembali ke pagi. Dan dalam pagi itu banyak hal yang dikerjakan oleh orang-orang. Umumnya dimulai dari adzan Shubuh yang berkumandang di setiap penjuru kampong, desa maupun kota, yang senantiasa akan membangunkan orang-orang dari tidur nyenyaknya untuk segera melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam adalah sholat shubuh, kemudian terdengar juga kokok ayam dalam menyambut datangnya mentari pagi yang senantiasa menghangatkan semua makhluk yang ada di bumi. Semua makhluk yang bernafas, bergerak, butuh makan, dan juga butuh cahaya, itulah keperluan makhuk hidup yang ada di bumi umumnya.
Kembali Ayumi bangun dan membangunkan suaminya untuk segera sholat shubuh dan mereka sholat berjemaah.
“ mah,… jangan lupa nanti Chika bawa ke rumah bapak ya, mas pergi dulu.. Assalammualaikum…”
“ iya mas, hati-hati di jalannya… Waalaikumsalam..”.
Ayumi sebagai seorang istri yang setia dan nurut pada suami adalah ibu rumah tangga yang juga sebagai seorang ibu yang baik dan hangat. Iya mencoba mengurus anaknya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Dan juga keluarga yang mendukung, seperti kakeknya Chika.
“ Ayo Chika cepat bangun, sudah siang tuh… ayah juga sudah berangkat kerja lagi. Chika langsung mandi ya, ibu sudah siapkan air hangatnya, nanti setelah sarapan kita langsung ke rumah kakek. Chika sudah lama tidak bertemu dengan kakek kan..? Chika pasti kangen kan..? makanya sekarang bangun dan mandi ya..?
“ iya Bu.. Chika kangen sama kakek, Chika ingin bercerita panjaaaang bareng kakek “.
Seorang ibu memang hebat, ia harus pintar bicara, harus mampu membuat seseoramg tertarik dengan pembicaraannya, terutama untuk buah hatinya agar senantiasa nurut pada omongan orang tuanya, tidak membangkang dan selalu bersikap sopan. Itu dia tugas seorang ibu selain memanaj keuangan keluarga. Selain itu, ibu juga bisa menjadi seorang ayah, menjadi guru, dan bisa juga menjadi seorang teman bagi anaknya.
Ayumi tersenyum sendiri melihat tingkah anaknya, yang mudah banget di rayu.
“anak kecil memang lugu dan polos. Hatinya masih terlalu bersih…J, gumam Ayumi dalam hatinya”
Selesainya Ayumi mengerjakan tanggung jawab tugasnya, termasuk mengurus Chika si Buah hatinya, mereka langsung pergi ke rumah kakeknya Chika. Sesuai dengan amanat ayahnya Chika. Mereka tampak riang gembira, terutama Chika yang sepanjang jalan selalu menyebut-nyebut kakeknya yang selalu di sayangnya dan selalu menyayanginya. Padahal seminggu lagi Chika tidak akan bersama ayah ibunya, apakah Chika dapat betah menjalani hari-harinya hanya dengan seorang kakek yang menyayanginya dan sekaligus kakek yang disayangi oleh Chika, mudah-mudahan saja. Itu harapan semuanya.
“ tuch Chika, lihat rumah kakek sudah kelihatan. Sebentar lagi kita sampai…”
“ mana ibu, gak kelihatan ach… gendong donk ah biar kelihatan..”
“ iya, sini ibu gendong. Sekarang sudah kelihatan kan..?”
“ sudah bu, sebentar lagi sampai. Chika mau turun lagi ach. Chika mau buru-buru. Chika lari ya bu…?”
“ hati-hati… nanti jatuh….”
“ assalammualaikumm… ucap chika sambil mengetuk pintu dan terengah-engah karena kecapean…”
“ Waalaikum salam…. Eh Chika bareng siapa kesininya…”
“ kakek,,, Chika kangen. Tu Chika bareng ibu..”
“ ayo masuk… , kakek mempersilahkan mereka masuk dan menggendong chika ke dalam ”.
Dalam wajah keseriusannya kakek bicara dengan Ayumi dan membiarkan Chika untuk bermain-main di halaman belakang bersama Bibi.
Yumi…. Panggilan akrab Kakek kepada Ayumi, bagaimana apakah Chika sudah tahu…?
“ Belum pa, saya disuruh mas untuk kesini dulu mempertemukan bapak dengan Chika. Terserah Bapak saja mau kapan bicara pada Chika. Mau sekarang juga lebih baik..”
“ ya sudah biar Bapak bicara pada Chika…”
Beberapa jam kemudian, seorang kakek bicara dan berbincang-bincang dengan cucu kesayangan yang lucu dan baru duduk di bangku SD.
“ Chika, sini sayang… kakek mau bicara sebentar…”
“ ada apa sih kakek, Chika lagi asyik main ma Bibi nich…”
“ ya sudah… Chika tidak kangen ya sama kakek, kalau begitu kakek mau keluar saja ya..”
“ Jangan kek, iya Chika mau ko bicara dengan kakek. Chika kan kangen….”
Dengan riangnya Chika menghampiri kakeknya yang lagi duduk santai di ruangan tamu, dengan penuh keakraban dan kehangatan mereka berbincang-bincang penuh canda tawa..
“ kakek… Chika boleh ya nginep disini,, ?”
“ Kenapa Chika bicara gitu, boleh saja. Justru kakek juga ingin ngajak Chika untuk tinggal disini. Bareng Kakek, Nenek dan Bibi…”
“ Asyik… Hore,, Nanti kakek bacakan dongeng sebelum tidur ya…?”
Setelah itu, Chika menghampiri ibunya yang sedang masak di dapur bareng Bibi dan Nenek…
“ Ibu, Chika bakalan nginep disini. Boleh ya… Bahkan kata kakek Chika disuruh tinggal disini. Tidak apa-apa kan bu…?”
“ Tidak apa-apa,,, sebenarnya seminggu lagi Ibu dan ayah sudah harus pergi ke pulau Kalimantan dan Chika harus tinggal disini bareng Kakek. Karena Chika kan harus sekolah, lagian ayah dan Ibu juga hanya sebulan disananya… tidak apa-apa ya Chika tidak bertemu dengan Ayah dan Ibu dalam waktu sebulan, kan sebentar dan masih ada kakek. Nanti kalau Chika kangen, Chika bisa minta kakek untuk bercerita tentang sejarah. Kan Chika senang dengan sejarah dan kakek jagonya kalau bicara tentang sejarah. Atau bisa juga Chika minta bantuan pada kakek untuk ngirim surat pada Ayah dan Ibu, nanti Ibu pasti balas..”
“ sebenarnya Chika sedih, tapi selama ada kakek Chika akan terus tersenyum. Dan Chika juga sudah besar, tidak mau cengeng. Jadi tidak apa-apa jika Ayah dan Ibu mau pergi, tapi Ayah dan Ibu harus janji akan secepatnya pulang...!”
Sebulan telah berlalu, tepatnya tiga minggu sejak kepergian Ayah dan Ibu Chika ke Pulau Kalimantan, dan Chika masih selalu bersama-sama dengan kakeknya. Mulai dari mengantar jemput sekolahnya sampai membacakan dongeng sebelum tidurnya. Seminggu lagi mereka pulang, dan rasa kangen yang ada pada diri Chika mulai terasa.
Sore itu selesai kakek mengajari Chika ngaji, tiba-tiba Chika mengeluh dan bertanya pada kakek.
“ kek, sudah tiga minggu ayah dan ibu pergi. Chika kengen nih, kata ibu kalau Chika kangen, Chika bisa minta kakek bercerita tentang sejarah. Sekarang kakek cerita dong mengapa Kakek bisa nikah pada nenek yang cerewet itu…. HeheJ,”
“ kalau soal itu bukan sejarah namanya. Sambil menunjuk ke arah foto yang dipajang di dinding, kakek mau Tanya… Chika tahu siapa foto yang dipajang di dinding itu..?”
“ Tidak kek, dia siapa… tampan, dan gagah..?”
“ Masa tidak tahu, itu kan kakek sewaktu muda. Mang tampan dan gagah ya..?”
“ oh iya, sekarang kan sudah tua…ehe.. J. Kek, kenapa dulu kakek mau jadi TNI. Padahal tugasnya perang, kakek pasti dulu pernah perang ya… kenapa tidak jadi Presiden saja..?”
“ Chika, dengar baik-baik ya ucapan kakek ini. Sekarang kita bisa menghirup udara bebas dan hidup secara bebas dikarenakan Negara kita sudah merdeka. Dulu Negara kita selalu dijajah oleh bangsa-bangsa lain, perang terjadi dimana-mana. Awalnya bukan hanya tentara saja yang dikerahkan untuk perang, tapi rakyat biasa juga ikut terlibat. Apalagi sebelum ada persediaan senjata yang canggih, kita hanya memakai tombak. Alasan kakek jadi tentara karena ingin mengabdi kepada Negara, tidak takut mati demi mempertahankan keutuhan NKRI. Karena kalau tidak demikian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi untuk kedepannya…”
“ Iya kek, Chika pernah dengar tentang NKRI. Kalau tidak salah itu adalah kepanjangan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu ada di mata pelajaran kewarganegaraan..”
“ Nah… kalau begitu Chika juga sudah menjadi bagian dari orang yang membela Negara,,”
“ mengapa kakek bisa menyimpulakan demikian…?”
“ iya karena Chika senang dengan pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Dan yang kakek tahu, bentuk penyelenggaraan Usaha Pembelaan Negara itu meliputi : Pendidikan kewarganegaraan, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib ( seperti kakek), dan Pengabdian sesuai dengan profesi ( seperti ayah Chika ) ”
“ Mengapa ayah dimasukan ke dalam pengabdian sesuai profesi…?”
“ karena pengabdian sesuai profesi adalah pengabdian warga Negara yang mempunyai profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan Negara, terutama yang berkaitan dengan kegiatan menanggulangi dan atau memperkecil akibat perang, dan yang termasuk didalamnya adalah PMI, para medis, tim SAR, POLRI, dan petugas bantuan social. Ayah Chika kan POLRI, jadi termasuk ke dalam pengabdian sesuai dengan profesi.”
“ oh gitu ya kek, kalau bedanya TNI dan POLRI itu apa ya kek..?”
“ kalau TNI berperan sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bidang pertahanan Negara, sedangkan POLRI berperan dalam bidang keamanan Negara. Contohnya, tugas TNI adalah perang dalam menghadapi ancaman agresi Belanda, sedangkan tugas POLRI adalah melakukan upaya yang berkaitan dengan ancaman yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kerusuhan, penyalahgunaan narkotika, dll..”
“ Kek…. Kalau tugas pokok TNI itu apa, khususnya yang dialami kakek. Kalau tidak salah TNI itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu TNI AD, TNI AU, dan TNI AL. kalau kakek termasuk TNI bagian apa…?”
“ pertanyaan yang bagus Chika, kakek termasuk TNI AD dan tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Selain itu juga ada peran TNI AD yaitu bagian dari TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan di darat yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik Negara.”
“ begitu ya kek, sekarang Chika mengerti begitu mulianya tugas TNI dalam membela Negara ini. Oh iya kek, apa waktu jadi TNI kakek di sumpah dulu seperti yang dilakukan oleh om Gusti saat disahkan jadi POLRI dalam pendidikan terakhirnya.?”
“ iya Chika, waktu dulu kakek juga disumpah. Malahan sampai sekarang masih ingat. Waktu itu kakek bicara seperti ini, “ Sumpah Prajurit”!!
1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
3. Taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
4. Menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentara dan Negara Republik Indonesia.
5. Memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya.
“ nah Chika, apa sampai sekarang Chika sudah paham begitu besarnya tanggung jawab TNI maupun POLRI apalagi kalau jadi PRESIDEN. Apapun profesi kita, pekerjaan kita yang penting adalah kita dapat mempertanggung jawabkan dan harus bisa dipercaya. Kalau boleh tahu cita-cita Chika sudah besar nanti mau jadi apa… ?”
“ iya… sekarang Chika faham. Dan mulai sekarang Chika akan lebih ngertiin tentang ayah, Chika tidak akan marah pada ayah jika ayah pulangnya telat. Chika akan percaya pada ayah..”dan Cita-cita Chika kalau sudah besar adalah ingin seperti ayah. Tapi Chika kan kecil dan pendek, pasti tidak akan keterima”
“ tidak apa-apa chika, jangan putus asa kan masih banyak bentuk penyelenggaraan Pembelaan Negara selain TNI dan POLRI…”
“ oh iya,,, kalau begitu Chika ingin jadi guru saja. Dengan memahami dan memperdalam pengetahuan tentang pendidikan Kewarganegaraan. Itu juga termasuk kan kek..?”
“ Pinter Chika,,, kamu memang cocok untuk jadi guru. Kakek doakan suatu saat nanti Chika dapat sukses dan menemukan seseorang yang menyayangi Chika dengan profesi yang sama-sama dapat membela Negara, serta dapat membahagiakan Chika dunia akhirat…”Amiiin”.!!
Rika_>
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar