Selasa, 01 Maret 2011

HADIAH TERINDAH

Kata langit “ jika aku mendung itu tandanya aku sedang bersedih, dan jika sedihnya mendalam maka aku akan menangis”. Sehingga turunlah hujan yang pada akhirnya bumipun dapat merasakannya. Suasana menjadi berubah seketika. Makhluk bumi yang bernafas dan bergerak memilih untuk berdiam diri di dalam rumah. Makhluk bumipun berkata “ wahai langit, kami lebih senang jika engkau ceria dan berbahagia. Maka kami akan lihat birunya langit dan putihnya awanan yang terkadang terlihat seakan menyatu antara keduanya. Bersama mentari yang muncul perlahan dari timur dan tersenyum memancarkan kehangatan dengan angin yang bertiup sepoy-sepoy menyapa pepohonan, rumput, dan bunga-bunga, sehingga mereka akan nampak melambai-lambai, meliuk-liuk, serta menebarkan bau khasnya. Terdengar pula riangnya suara burung yang tengah asyik bermain di atap rumah dan cerahnya pagi disambut dengan semangat penuh syukur dalam menjalani hari-hari sampai tiba waktunya yaitu saat rotasi yang membuat perubahan dari siang menjadi malam, namun tidak untuk suasana langit di atas. Dia harus tetap cerah dalam kegelapan malam , yakni dengan nampaknya bulan dan bintang yang menari-nari di atas bantalan langit dan semilir angin menyapa dengan kedinginannya dan berucap “ selamat malam, beristirahatlah dan tertidurlah dengan penuh rasa syukur”. kemudian ditariklah selimut dalam pembaringan semua makhluk bumi yang akan tidur dan segera menuju dunia mimpi indah karena kesyukuran mereka sendiri. (aku ingin menjadikan semua cerita yang ada menjadi kenyataan. “semoga”). Dan pada akhirnya waktunya juga telah tiba. Itulah jawabannya.
“ semua ini seperti mimpi saja. Hari dimana aku dan dia berbaikan setelah sekian lama salah faham. Saat itu langitnya cerah dan menampakan warna biru dengan awanan putih diatasnya. Dia datang dengan sejuta mimpi yang ada d fikiranku. Entah sejak kapan aku selalu memikirkannya dan selalu ingin bersamanya. Aku … saat ini merasa kalau aku mencintainya, sangat mencintainya. Kapan rasa itu tumbuh, aku tidak tahu sampai bersemi seperti ini. Yang jelas sekarang aku tidak ingin kehilangannya dan mulai mempercayainya. Tidak akan pernah mempedulikan pandangan mata yang tidak mengenakan dari orang lain, ucapan, maupun bisikan-bisikan aneh yang tak tentu. Aku tidak perlu lagi mempertanyakan “ mengapa kamu mencintaiku, mengapa kamu suka padaku atau mengapa kamu ingin pacaran denganku ”. dan aku rasa asumsi aku tentang jawaban bahwa aku hanyalah sebagai pelampiasan saja itu sama sekali tidak berpengaruh. Mau pelampiasan atau bukan, selama ada ketulusan dari salah satunya maka akan baik-baik saja dan itu yang namanya takdir.”
“ baru sekarang aku merasakan pacaran yang dibangga-banggakan oleh orang lain karena tidak perlu lagi berbohong kepada orang tua, baru kali ini aku bawa cowok tanpa ada komplain dari mereka. Baru kali ini juga aku pergi bareng cowok dengan izin dan sepengetahuan mereka. Dan itu adalah mimpi terindah aku sejak SMA dulu yang baru kali ini terwujud dan terlaksana. Dan orang yang telah mewujudkan mimpiku adalah dia.”
“ dia siapa syun.. hayo…,” suaranya key mengagetkan syun yang lagi asyik-asyiknya bicara dengan alam lewat jendela kamarnya yang terbuka dan menjadikan suasana kamar semakin sejuk dengan udara pagi yang khas.
“ ah keyza, mengagetkan orang saja. Pagi ini cerah sekali ya, tapi sayang aku tidak bisa kemana-mana. Jendela ini membantuku merasakan hangatnya mentari pagi dan menjadi tempat bermuaranya angin yang lewat. Rasanya aku ingin keluar rumah dan bermain di taman itu bersama-sama kamu, anak-anak dan dia. Tapi dengan kondisi tubuhku yang lemah ini mana mungkin aku sampai kesana dengan baik seperti dulu. Tapi aku masih bisa tersenyum selama ada kamu dan dia yang setia menemaniku.”
“ wah… wah…. Syun ini ko jadi tidak bersemangat gini sech.. ayo ceria tersenyum. Ciiis ,, heee sebentar lagi kamu sembuh ko. Kamu harus yakin ya Syun. Bukannya mimpi kamu bertemu ksatria langit sudah terwujud sekarang tinggal berbahagia dalam menjalaninya ya. Oh iya Syun, hari ini kan ksatria kamu akan datang, jadi lebih baik kamu mandi saja dulu. Aku siapin air hangatnya ya…”
“ makasih keyza jadi merepotkan gini”
“ iya sama-sama, apa sih yang nggak buat kamu sahabat terbaikku”.
Sementara itu di kediamannya Jhun berada waktu telah menunjukkan pukul 08 pagi, sedang dia masih asyik tidur dengan selimutnya yang tebal dan hangat itu. Tidak lama kemudian, tiba-tiba suara ponselnya bunyi dan akhirnya membangunkan dia dari tidurnya.
“ ( hallo… siapa sech, membangunkan orang saja, masih pagi juga )”
“ ( heii Jhun cepat bangun kamu… masih pagi apanya, matahari juga sudah naik. Sudah.. pokoknya kami tunggu sampai jam setengah 9 di studio)”
“ ( iya.. iya… aku segera kesana.. tapi, hallo.. halo…)”
“ ( tuuutt…. Tuuuttt…)”.
“ eh dasar ditutup lagi, marah ya… oh iya juga sekarang tuh ada latihan band.. gawat kalau tidak sampai pada waktunya”.
Setengah jam setelah itu jhun juga sampai di studio.
“ Syukurlah tepat waktu..”
“ ya sudah kamu siap di posisinya, kita mulai latihan”.
Hmm 2 jam sudah berlalu, latihanpun akhirnya selesai.
“ aduh aku lapar nich, ucap salah seorang temannya..”
“ iya kami juga sama… ucap teman yang lainnya..”
“ huft.. ternyata benar. Aku juga ikut.”
“ haha… hahah, baiklah kita berangkat ke kedai pa Ichira..”
Sampai juga…
“ pak… ramen ichiraku nya empat ya.”
“ baik… segera”.
“ nyamm.. nyamm… enak ya. Oh iya aku tidak bisa lama-lama nich ucap sang vokalis. Habis toko bapak tidak ada yang jaga. Sebentar lagi bapak pergi nganter ibu dan itu artinya sebentar lagi aku harus pulang”.
“ gitu ya, ya ga apa-apa.. ucap semuanya..”
“ eh tunggu…., rasanya aku juga ada janji nich. Oh iya aku lupa, hari ini aku kan harus ke rumahnya Syun. Kalau begitu aku duluan ya?” sambil buru-buru Jhun meninggalkan temannya
“ tapi Jhun, kamu belum bayar nich.. eh dia malah lari”
“ baiklah kamu bayarin dulu. Ntar aku bayar, aku buru-buru banget”
“ eh malah lari lagi”.
Perjalanan menuju rumah Syun sudah berakhir, jhun akhirnya tiba di rumahnya Shun dengan jantung berdebar dikarenakan terlambat dan akibat menjalankan motornya dengan kencang. Dikuncinya motor tersebut dan dia bergegas membereskan rambutnya yang acak-acakan bekas pake helm.
Huuuh…. Dia menarik nafas panjang, diketoknya pintu rumah seraya mengucapkan salam. Masih belum ada yang membukakan pintu, hingga pada akhirnya dia duduk di kursi teras depan sambil menunggu seseorang yang akan membukakan pintu tersebut agar dapat bertemu dengan Syun seorang Princesnya Jhun. Seulas senyum nampak di wajahnya, seraya ia berkata “ Ini memang salahku, sudah tau sekarang ada janji dengan dia, eh malah aku bermain-main saja dengan teman-teman. Tapi, mungkin juga ini sudah jadi kebiasaan burukku yang selalu lupa pada janji. Buktinya saja tadi aku juga lupa untuk latihan band”.
“ tuh kan sudah tahu kebiasaan burukmu seperti itu, tapi bisa-bisanya membuat dua janji pada satu hari yang bersamaan. Ada-ada saja deh kamu tu Jhun”.
“ Keyza, sejak kapan kamu ada disini”
“ tidak sadar ya… aku kan yang membukakan pintunya, kamu asyik melamun dan bicara sendiri kaya orang gila saja. Haahaa… ya sudah, tuh shun sudah menunggu dari tadi ”.
Rumah Syun itu selalu sepi gini, ucap jhun dalam hati.
“ kamu tunggu disini saja ya Jhun, biar aku panggil dulu Syun. Sepertinya dia tertidur saat menunggu kamu. Hee..”
Suasana sepi itu selalu menyelimuti hari-harinya Shun. Kadang dia selalu sendiri di rumahnya. Apalagi dengan keadaan sakit dan tidak bisa kemana-mana, sudah seperti kuncen penjaga rumah saja diam di rumah dan menghabiskan hari-harinya dengan penuh kebosanan (Makan, nonton, tidur). Ibu sibuk dengan pekerjaannya, dan ayah juga selalu pergi ke kantor. Begitulah dia yang selalu berjuang untuk hidup dan mendapatkan keceriaan melalui canda tawa dengan banyak orang. Dan harapan yang terbesarnya adalah mempunyai banyak teman dan mempunyai sahabat baik walau hanya satu orang juga. Itulah yang selalu membuatnya semangat untuk bangkit lagi dan segera ingin sembuh agar bisa bermain-main lagi di taman yang biasanya didatangi olehnya saat masih sehat. Kehadiran Jhun dan Keyza dalam hidupnya mampu membuatnya semangat menjalani hari-hari. Sudah 3 hari sahabat baiknya itu nginap di rumahnya. Dan hari ini ksatria langitnya akan datang untuk bertemu dengannya. Ksatria Jhun adalah cinta terakhir sebagai hadiah dari langit atas semua yang telah terjadi dalam kehidupan manusia di bumi, khususnya Shun yang selalu setia menanti kehadiran cinta yang tulus dalam kehidupannya. Sampai pada akhirnya Jhun datang dalam kehidupannya, berharap Jhun menjadi yang terbaik atas keputusan dan keyakinannya itu.
Jhun sedang duduk dengan menatap langit-langit rumah yang begitu sepi seraya menunggu Princesnya yang sedang dipanggikan oleh sahabatnya. Waktu terus bergulir, jarum jam terus berputar. Apakah Shun marah dan masih kesal sama aku atau memang dia sedang tidur dan beristirahat, fikirnya dalam hati dengan memasang wajah yang cemas akhirnya dia bangkit dari tempat duduknya.
Matanya terus melihat-lihat keadaan rumah Shun yang menurutnya sayang sekali rumah sebesar ini tapi penghuninya tidak ada. Pandangannya terfokus pada satu sudut rumah di suatu ruangan dan dia mulai menuju arah sana. Terlihat ada sebuah gitar tua yang terpajang rapi dengan foto tua seorang prajurit yang gagah berani.
“ Dia adalah pahlawanku, tapi aku sudah kehilangan kehangatan kasih sayangnya dikarenakan lima tahun yang lalu dia harus menghadap ke Rahmatullah. Aku selalu kangen dia, terkadang sebelum tidur aku selalu berdoa kepada Tuhan agar dipertemukan dengannya di alam mimpi” ucap Shun dengan tatapan kesedihan dan penuh harap itu.
Jhun kaget dengan kehadiran Syun yang tiba-tiba saja “ eh Shun.. sejak kapan ? Maaf aku lancang diam disini ”.
“ ah tidak apa-apa, nyantai saja. Kita duduk yu ? ”
“ ieea.. tapi gitar itu.. boleh aku pinjam sebentar saja…!!!”
“ oh silahkan ambil saja, aku tunggu di kursi ”
“ hmm.. Syun, aku punya lagu deh buat kamu. Kamu harus dengar ya, emang tidak seberapa dan tidak bagus. Ini khusus aku buat untuk kamu”.
“ yang benar… ia aku mau dengar_!”
“ aku mulai ya.., tapi dari reffnya saja ya, aku lupa lagi liriknya ”
“ iya terserah kamu saja !”
1… 2…. 3… (mulai)


Karna ku yakin bahwa kaulah yang terindah dalam hidupku.
Cobalah kau mengerti aku , aku mencintai dirimu.
Bawalah separuh jiwaku dalam hatimu
Kaulah penerang rasa cintaku
Kaulah hidupku

“ Bagus sekali Jhun, makasih ya,” ucap Shun sambil tepuk tangan.
“ ya sama-sama. Tahu tidak Syun aku tuh sangat mencintaimu, saat ini hanya hal yang terkecil seperti itu yang bisa aku berikan. Dan aku sangat senang melihatmu tetawa dan tersenyum, tetap semangat ya. Dan maafkan kekhilafanku selama ini”
“ iya aku akan selalu memafkanmu, karena aku percaya kamu”.
Akhirnya alampun menjawab permohonan makhluk bumi itu untuk selalu menampakan langit yang cerah dengan hangatnya mentari pagi dan sejuknya angin yang senantiasa menyapa di kehidupan semua makhluk yang bernyawa serta menampakan pula suasana langit yang indah di malam hari dengan bertabur bintang dan terangnya bulan beserta angin malam yang membawa semua makhluk yang bernyawa untuk segera menuju pembaringannya, seraya berkata inilah nikmat yang selalu diberikan Tuhan kepada Hamba-Nya agar mereka selalu bersyukur atas-Nya. Dan dengan ini musim kemaraupun tiba setelah sekian lama suka turun hujan. Inilah kehidupan yang selalu berpasangaan. Ada siang ada malam, ada cerah ada pula kelabu dan khususnya ada Shun pasti ada Jhun.. J
_Rika_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar