Cicit burung terdengar riang diatap rumah,menyambut anak-anak matahari yang mulai menampakkan diri,di balik ibu awan.Kokok tuan ayam,terdengar menggema gagah sekali,dan suara itu muncul di balik telinga.Kokok tuan ayam itu sebagai doa,untuk memulai hari dengan sebuah kekuatan dalam din.Sisa angin malam,yang terlambat pulang, masih terasa mengecup semua pori di tubuh, sehingga menjadikan mereka tampak nyata. Titik-titik lampu di atap rumah,satu per satu mulai redup dan kemudian tertidur lelap,untuk kembali hidup saat kegelapan menyergap.
Setetes embun mengajak kawan-kawannya untuk datang, memandikan rerumputan yang tidak bergoyang tetapi meliuk-liukan tubuhnya,juga memberikan minum kepada helaian daun dan patahan ranting,yang masih setia pada induk pohonnya.Ratu penguasa kesegaran menari-nari di tengah pengawal udara,menyebarkan kesegaran di seluruh sudut dunia. Sisa kord jangkrik masih terdengar,mereka masih belum mau tidur, mereka masih ingin menikmati indahnya dunia,saat terbangun di awal hari. Dan katak pejantan sudah berhenti memanggil betina-betina mereka,kini mereka berlarian, beradu lompat satu sama lain. Riak air sungai,tampak gembira melihat bebatuan menjelma kembali menjadi wujudnya sendiri,setelah semalaman bebatuan itu hanya tampak seperti bayangan hitam,yang mendengkur di tengah sungai. Dan kelopak-kelopak bunga, sudah mulai membukakan mata,mengeluarkan sari yang dia punya,karena sesaat lagi, pemilik sayap-sayap indah akan bertandang ke rumahnya..Ibu-ibu awan,tampak enggan pulang,mereka menyisakan selembar semburat merah di dadanya.Dan pangeran angin malam,sudah mulai pulang ke peraduan kegelapan,karena sekarang,anak-anak pagi sedang asyik-asyiknya, menumpahkan semua sinar hangat yang dimilikinya. Cit… cit… cit Dengkuran burung hantu berubah menjadi orkestra cicit burung pipit,yang berdzikir dan bermain bersama diatap genting.Membuat tikus-tikus tertidur,dan para cecak terlelap,tetapi membangunkan sekumpulan ibu-ibu sapi,untuk siap mensedekahkan susu yang ada dalam perutnya…”
“Oh seperti itukah pagi hari itu Tuhan ?”
Pagi hari yang kau ciptakan bersama langit dan bumihanya dalam enam masa 1). Pagi hari yang datang dengan silih berganti dengan siang,yang memberikan kehangatan dan malam yang menawarkan kedamaian 2),sungguh segala puji bagi Engkau Tuhan,yang telah menciptakan dan mengatur segalanya. 3) Tanpa ada keluhan dan rintangan. Tuhan….hadirkan pagi ini kembali besok hari.
Dan aku berharap aku dapat menemukan pagi seperti yang diceritakan-Mu. Tapi ..
Ijinkan aku berlari bersama para katak itu,tanpa penyangga tubuh, yang melilit semua urt urat di tubuhku. Ijinkan aku memandikan bebatuan dengan riak air yang turun dari 7 lapis langit ciptaan-Mu 4) ,sehingga dengan air itu Engkau menghidupkan bumi beserta isinya 5) Aku ingin memandikan bebatuan itu tanpa diikuti rasa sakit di kepala ini. Aku juga ingin melihat tamu nona-nona bunga ,yang kata mereka memiliki sayap-sayap indah, oh ya Tuhan seperti apa lebah-lebah itu, yang Engkau perintahkan agar membuat sarang di Bukit dan dahan pohon 6) oh ya Tuhan , satu lagi aku sangat penasaran, secanti apakah ibu-ibu sapi yang di dalam perutnya Engkau simpankan susu yang bersih,yang selalu ku minum setiap pagi 7) . Aku penasaran sekali Tuhan, aku ingin melihat mereka smua, tetapi semuanya ingin aku lihat tanpa kabut dan titik putih ,yang melingkar di mataku…,sehingga menutup arah pandang retinaku. Satu lagi Tuhan .. aku ingin mendengar kord burung pipit yang berdzikir di atap rumah,sebelum burung-burung itu Engkau terbangkan di angkasa dengan mudahnya 8) .,dan aku juga ingin mendengar gagahnya suara tuan ayam. Dan semuanya ingin kudengar,tanpa harus ku kenakan lilitan kabel di telingaku. Oh iya Tuhan .. Bolehkah aku merasakan kecupan dari sang ratu kesegaran ? tapi kau harus mengijinkank,melepaskan kain tebal yang menutupi wujudku ini,karena dengan begitu,aku bisa dengan bebas merasakannya.
Maaf ya Tuhan , aku banyak permintaan , aku tahu kau tak pernah keberatan akan semua yang ku pinta,karena aku yakin kau mendengar semua permintaanku,dan aku sangat yakin kau akan mengabulkannya,karena Engkau Raja Maha Kaya,yang sanggup menjadikan segalanya nyata.Karena aku tahu pada setiap kali seruanku,maka Engkau akan menjawabnya dengan seratus kali jawaban 9).
Engkau kan pernah bilang “Hambaku ,aku disini…Mintalah ,Karena aku teramat malu meninggalkan kedua belah tanganmu yang terbuka, meminta kepa-Ku 10) .
Tapi kalau engkau tidak mengijinkanku ya tidak apa-apa Tuhan.. Karena aku tahu Kau tidak ingin melihatku sakit,Karena aku sangat tahu, Kau menciptakan tubuhku ini dengan anugerah-Mu,dan bukan karena main-main 11)
Aku tahu kau sangat sayag pada diriku ini..12a)
Aku rela tidak dapat melihat dan mendengar,indahnya pagi hari yang diceritakan-Mu. Aku rela Tuhan, karena penglihatan dan pendengaran yang kau berikan kepadaku , telah kau ambil kembali, dan itu bukan karena virus yang menyerang darahku, sehingga tuan-tuan dokter , harus menyuntikan jarum-jarum tajamnya ditubuhku,dan mengeluarkan darah merahku untuk dicucinya. Aku yakin virus-virus yang bersemayam dalam darahku,sedang melaksanakan amanah-Mu, 12b) .
Aku jadi iri Tuhan,aku ingin seperti virus itu,yang sangat taat kepada-Mu.Tapi hilangnya penglihatan dan pendengaranku, bukan karena virus taat itu,tapi karena Engkau mau mengambilnya kembali. Dan aku rela Tuhanku,karena penglihatan dan pendengaran itu kan milik-Mu. Tapi aku mohon Tuhanku jangan kau ambil penglihatan,pendengaran hati ini,karena aku termasuk orang yang berpaling dari-Mu,yang Kau berikan kepadaku,Dan aku sangat yakin aku bisa melaluinya,karena Engkau tidak akan memberikan beban itu, kalau aku tidak bisa memikulnya 14)
Aku hanya bisa berdoa kepada-Mu Tuhan,jadikan aku orang yang pandai bersabar dengan semua kekuranganku,jadikan akuorang yang pintar bersyukur atas pendengaran,penglihatan dan hati , yang Engkau berikan padaku,karena sudah seharusnya aku begitukan Tuhan 15) . Dan aku berharap kesabaran dan syukurkudapat mengundang keridhoan-Mu,sehingga aku dapat memperoleh Adn-Mu 16), yaitu tempat dimana aku dapat mencelupkan tanganku , diatas air yang mengalir di sungai-sungai indah, sehingga air suci itu membasahi gelang-gelang emas yang bertaburan mutiara indah, yang menghiasi tangan ini. 17)
Sekali lagi semua yang ada dalam diriku, boleh Engkau ambil Tuhan, jangankan retina dan rumah siput yang ada di tubuhku yang mau Engkau ambil,Jiwa, Raga, Nyawa dan Ruh ku, boleh Engkau ambil Tuhan ,karena semua itu kan milik-Mu. Asalkan semua itu Engkau ambil saat percikan suci air wudhu menyelimuti ragaku,saat alunan dzikirmenghiasi bibirku, sehingga menentramkan hatiku 18) .
Saat mukena putih yang disulam ibuku,menemani sholat-sholat ditengah malamku. Tengah malam yang selalu memberikan kekhusuanUntuk melantunkan doa, bagi Bunda dan Ayahandaku.Sehingga doa yang terlahir dari kekhusuan itu mengundang jentik air mata , menerobos mata butaku, dan saat hati ini benar-benar Ridho atas semua pemberian-Mu,ketika cinta serta kerinduan yang kupunya untuk-Mu, benar-benar menyelimuti jiwaku. Sehingga aku bisa bertemu dengan-Mu , ditemani Husnul Khotimah-Mu.
Sekali lagi aku rela, tidak dapat melihat dan mendengar indahnya pagi,karena Engkau selalu menceritakannya setiaphari,lewat kitab bertuliskan hurup indah, tetapi memapu menggoncangkan gunung dan membelah bumi 20) .
Kitab tersuci yang engkau turunkan kepada kekasih-Mu yang menjadi Rosul pujaanku,sang Muhammad manusia yang menjadi suri tauladan seluruh umat 21)
Ceritakan setiap hari … ya Tuhanku,Rabb Tercintaku ,,..Maukan Tuhan ?
Tuhan…
Tuhan … sepertinya ada yang salah dengan mataku !!
Aku melihat barisan rapi didepanku . Mereka sekumpulan makhluk yang tidak aku kenal..
Mereka seperti terbuat dari kaca, dan..Oh Tuhan mereka bersayap..!Indah sekali .. ohh
Subhanallah
Ada yang memiliki satu sayap….dua sayap…tiga sayap… empat sayap, bahkan ada yang memiliki beratus dan dan beribu sayap,aku tidak dapat menghitungnya Tuhan ! Indah sekali sayap mereka Tuhan. Ada yang bening , ada yang berwarna keemasan,keperakan, oh ada juga yang bertaburan pennata dengan seribu warna.
Tuhan siapa mereka ??
Apakah mereka mau mengunjungi bunga-bunga itu ?Oh Tuhan , Ada apa dengan telingaku aku mendengar suara nyanyian …Merdu sekali,tapi…itu bukan nyanyian Tuhan , itu alunan ayat Qur’an-Mu Subhanallah, siapa yang melantunkan ayat suci itu Tuhan ?
Salamun’alaikum….
Salamun’alaikum….
Salamun’alaikum…. 22)
Oh .. alunan itu berasal dari makhluk bersayap itu,mereka kini terbang mengelilingiku,
Mereka membawa pakaian sutera berwarna hijau…oh…sutera hijau itu, dipakaikannya kepadaku , halus sekali sutera ini Tuhan..23)
Tuhan siapa mereka ??
Oh… Tuhan kemana rangka besi yang menopang tubuhku,aku bisa ambruk tanpa alat itu.. Tuhan,aku tidak mau tubuhku rusak,karena ini titipan dari-Mu.. Oh..aku bisa melompat,aku bisa berlari bersama kaatak-katak itu, aku diajaknya menyusuri riak air,agar aku bisa membantunya memandikan bebatuan yang tertutup lumut-lumut hijau. Tuhan….makhluk bersayap itu mendekatiku , mereka tersenyum kepadaku,kulihat jelas sayap indahnya,Aku merabanya Tuhan .. oh… dia memelukku dan menerbangkanku , aku punya sayap Tuhan , aku terbang…bersama mereka,bersama burung-burung itu,bersama katak-katak itu. Aku terbang
Tuhan…..Tetapi …... siapa itu Tuhan ?
Siapa yang terbaring lemah dikasur itu ?
Kenapa tubuhnya rapuh sekali Tuhan ?
Siapa … ?dia tertidur, Tuhan, tetapi dia tersenyum , dan senyumnya indah sekali , sehingga membuyarkan kepucatan di wajahnya .
Tapi…kenapa orang-orang mengelilinginya menangis,apakah mereka tidak senang melihat senyum indah gadis itu ?
Tunggu Tuhan , sepertinya aku kenal siapa gadis berkerudung itu…oh,, oh,, itu aku..Itu aku Tuhan !!!!
Tunggu Tuhan aku harus mengajaknya pergi bersamaku, kan kuberikan satu sayap untuknya.
Oh Tuhan ada yang menyembunyikan senyum itu, dia menutup wajahku dengan kain putih. Dia ayahku… Dia Abiku.. !!
Abi, kenapa abi menutup wajahku.. aku ingin melihat senyum-senyumnya ?
Kenapa Abi menangis , Tuhan ??
Kenapa dia berkata Innalillahi wainnailaihirojiun !!!****
by Rika Oktavia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar