Dahulu diceritakan bahwasannya tidak jauh dari pegunungan Twin ada sebuah kerajaan yang bernama Greenwich dengan luas mencapai ratusan hectare dan keadaan alam yang asri. Di tengah kerajaan itu terdapat istana megah milik seorang Raja dermawan yang baik hati, bersama sang Ratu yang senantiasa mendampinginya. Istana itu di jaga ketat oleh pengawal-pengawal yang bertugas. Suatu ketika sang Ratu ingin jalan-jalan, maka Raja pun tidak bisa menolak. Akhirnya dengan didampingi oleh pengawalnya mereka jalan-jalan ke luar istana. Alangkah terkejutnya sang Ratu ketika melihat masih ada rumah penduduk yang tidak layak. Maka setelah itu Ratu membicarakannya kepada Raja. Dengan persetujuan dari Raja maka ide sang Ratu segera dilaksanakan oleh pengawal-pengawalnya. Keesokan harinya Raja dan Ratu bisa tersenyum karena telah mendapati kabar kalau semua rumah penduduk sudah layak ditempati.
Pada suatu hari, Raja dan Ratu mendapati mimpi yang sama yaitu adanya kehadiran bayi imut dan lucu di dalam istana. Suara tangisannya yang sangat jelas itu membangunkan tidur mereka disaat bersamaan. Raja berkata “ apa yang sebenarnya terjadi ?, apakah ini pertanda kalau doa dan usaha kami tidak sia-sia dan akan segera terwujud. Tuhan, berikanlah petunjuk-Mu agar kami mendapatkan keturunan. ” ( Amiin )_!!! Akhirnya mereka kembali untuk meneruskan tidurnya, namun ada suara yang mengusik mereka hingga tidak bisa tidur kembali. Suara tersebut terus menyebut-nyebut nama mereka.
“ Berbahagialah William dan Elizabeth, kalian memimpin kerajaan ini dengan bijaksana. Kalian benar-benar Raja dan Ratu yang pantas.”
Mereka bingung dan bertanya-tanya, “ sebenarnya siapa dia dan arah suara itu tidak jauh dari sini ”. kemudian sesuatu yang bersuara itu menampakan dirinya.
“ maaf membuat kalian bingung, aku hanyalah seorang peri yang bertugas untuk menjaga dan melindungi orang-orang baik hati seperti kalian. Doa kalian sudah terkabul oleh Tuhan dan kalian akan segera mempunyai keturunan. ”
Sebelum sang peri menghilang ia sempat memberikan kalung pelindung agar keturunan Raja dan Ratu mewarisi sifat baik mereka dan tidak terkena hawa-hawa jahat disekitarnya. Sang Peri juga berkata kalau suatu hari nanti akan terjadi kejadian aneh, maka dari itu mereka harus mengetahui tentang hutan hidden yang terletak di balik air terjun Miracle Water. Hutan itu adalah tempat berkumpulnya para pemilik sayap putih, sehingga hanya orang yang berhati bersihlah yang dapat mencapai dan menemukan tempat itu. Dengan kata lain tempat itu hanya dijangkau oleh anak-anak yang mempunyai niat menolong secara ikhlas dengan ketulusan dan hati yang bersih.
Beberapa minggu kemudian, tampak jelas kalau sang Ratu benar-benar hamil, maka mereka senantiasa selalu berdoa untuk keselamatan keduanya dan saat kelahirannya mendapati bayi imut yang sehat. Waktu terus bergulir tanpa henti, semakin hari usia kandungan sang Ratu semakin tua dan pada akhirnya mencapai batasnya juga. Pada usia kandungan yang 9 bulan itu Ratu melahirkan seorang bayi yang sehat, imut dan cantik. Seorang Putri penerus tahkta kerajaan yang bernama Nastasia. Nama yang cantik dan indah seperti rupa dan senyumannya yang menawan. Itulah Putri Nastasia penerus kerajaan Greenwich yang akan menjadi seseorang sangat berarti bagi seisi istana dan segenap rakyat.
Delapan tahun kemudian sang putri tumbuh menjadi putri cantik yang baik hati. Ia berteman dengan siapa saja bahkan dia telah mempunyai sahabat dari golongan biasa, namanya Stevani. Anak Yatim yang hanya tinggal berdua dengan seorang ibu. Ayahnya meninggal saat ia masih dalam kandungan ibunya. Kemana-mana mereka selalu berdua dan selalu berbagi satu sama lainnya. Pada suatu hari ketika mereka tengah asyik bermain di taman bunga halaman belakang istana, tiba-tiba saja langit menjadi mendung dan awanan hitam terus datang mengelilingi istana dan sekitarnya. Mereka panic dan ketakutan, angin semakin kencang menjadikan mereka terpisah. Kemudian dihadapan putri Nastasia muncul sesosok nenek-nenek tua rentan yang membawa sapu lidi dan diikuti kucing hitam. Penampilannya menakutkan, oleh karena itu dia disebut-sebut sebagai nenek sihir.
“ Tidaaak… siapa kamu, mau apa ? dimana temanku Stevani, kembalikan dia… !! ” ucap sang Putri sambil menangis dan ketakutan.
“ Hii…hiii…hiii…, kamu akan aku jadikan budakku wahai putri cantik. Disana kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan seperti sekarang. ayo ikut aku…!!”
Penyihir itu membawa putri Nastasia pergi dan menghilang entah kemana. Disisi lain, seiisi istana resah dengan hilangnya putri Nastasia. Sang Ratu terus menangis tiada henti. Raja pun berusaha segenap tenaga untuk mencarinya. Jauh dari kerajaan Greenwich, Stevani terus berteriak minta tolong. Di tengah hutan belantara itu, Stevani terus berjalan sendirian berharap menemukan jalan untuk bisa keluar dari hutan itu. Namun langkahnya terhenti saat ia dengar gemericik air sungai dan secara perlahan diikuti pula arah suara itu. Akhirnya tanpa disadari air terjun Miracle Water telah nampak di depan mata. Alangkah terkejutnya saat dia hendak menyentuh air terjun tersebut, tiba-tiba air terjunnya terbelah menjadi dua dan seolah-olah ada jalan untuk menuju kesana. Dengan penuh keyakinan dan perasaan tidak ragu-ragu, Stevani berjalan menyusuri jalanan yang baru saja terbuka. “ waw… ini adalah keajaiban ”. ucapnya sambil terus berjalan hingga air terjunnya kembali seperti biasanya.
“ indahnya… tempat apa sebenarnya ini, heu bahkan di mimpi pun aku belum pernah melihat hal seperti ini. Sungguh keagungan Tuhan tiada henti dan tak terduga.”
Triiing… ada sesuatu yang menampakan dirinya. Bahkan semuanya. Iya.. mereka adalah penghuni hutan ini. Semuanya baik dan ramah.
“ selamat datang di hutan hidden yag tak kasat mata ini, hanya orang-orang seperti kamu saja yang mampu melihat semua kehidupan di hutan ini ” ucap Ratu peri yang sangat cantik itu. Kemudian Stevani berkata “ Wahai Ratu peri, aku kehilangan temanku yang baik. Dia dibawa oleh seorang penyihir jahat dan aku tidak bisa mencegahnya. Aku memang bukan teman yang baik buat Putri Nastasia ”. Sesal Stevani kepada Ratu peri.
Ratu peri tidak menyalahkan Stevani, karena justru Stevanilah orang yang akan menyelamatkan dan membawa putri Nastasia pulang ke Istana. Dengan petunjuk dari Ratu Peri dan di damping asistennya Peri, Stevani segera menuju tempat persembunyiaan nenek sihir jahat itu. Sebuah gua tersembunyi yang berada di kaki gunung Twin itulah tempatnya. Sesampainya disana Stevani langsung membinasakan kucing hitam yang berjaga di pintu masuk gua. Melalui tongkat ajaib titipan Ratu peri, kucing itu di sihir menjadi tikus putih tanpa kekuatan. dengan begitu nenek sihir itu tidak mempunyai kekuatan lagi dan putri berhasil diselamatkan. Mereka saling berpelukan dan berterima kasih kepada Ratu peri dan sekawanan peri yang ada.
Keesokan harinya, mereka pamitan kepada makhluk pemilik sayap putih dan meninggalkan hutan hidden. Maka setelah itu air terjunnya kembali terbuka dan tertutup lagi setelah mereka lewat. Tidak lama kemudian mereka sampai di istana. Seisi istana dan segenap rakyat yang ada menyambut kedatangan mereka berdua. Terutama Raja dan Ratu sebagai Ayahanda dan Ibunda Putri Nastasia. Juga Ibunya Stevani yang dengan sabar menanti kepulangan anaknya. Sekarang nenek sihir jahat sudah tidak ada dan mereka bisa kembali bermain dengan tenang.
***
Rika
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar